Ari Adrian, S.Kom
Tuesday, 20 August 2019

  • PERSYARATAN

    Mengisi Formulir (F-2.12) dengan melampirkan : 

    1. Surat pengantar untuk nikah dari desa di ketahui camat atau surat keterangan untuk nikah dari instansi pelaksana tempat domisili
    2. Surat pemberkatan nikah/keterangan telah terjadinya perkawinan dari pemuka agama/surat perkawinan penghayat kepercayaan yang ditandatangani oleh pemuka penghayat kepercayaan
    3. KTP dan KK suami dan istri
    4. Kutipan Akta Kelahiran suami dan istri
    5. Surat keterangan dari desa atau surat pernyataan diri mengenai status perkawinan
    6. KTP 2 (dua) orang saksi
    7. Pas foto suami dan istri perdampingan ukuran 4 x 6 cm sebanyak 5 lembar
    8. Surat persetujuan mempelai
    9. Surat persetujuan/ izin kawin dari orang tua, bagi yang belum berumur 21 (dua puluh satu) tahun
    10. Surat ijin atau dispensasi nikah dari pengadilan negeri, bagi yang belum berumur 16 (enam belas) tahun untuk perempuan dan/atau 19 (sembilan belas) tahun untuk laki-laki
    11. Akta perceraian atau akta kematian bagi yang janda atau duda
    12. Akta / Surat kematian apabila orang tuanya sudah meninggal dunia
    13. Bagi suami dan/atau istri orang asing, melampirkan izin dari perwakilan negara yang bersangkutan, Surat Tanda Melapor Diri dari POLRI, dokumen imigrasi seperti: visa/paspor/KITAS/KITAP
    14. Bagi suami dan/atau istri anggota TNI/POLRI, melampirkan izin kawin dari komandan
    15. Akta Kelahiran anak yang disyahkan apabila ada pengesahan anak
    16. Akta perjanjian kawin apabila ada pengesahan perjanjian kawin.

     

    Bagi warga negara asing (WNA) :

    Wajib dilaporakan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak yang bersangkutan kembali ke wilayah Indonesia dengan persyaratan sebagai berikut:

    1. Kutipan Akta Perkawinan dari Luar Negeri
    2. Bukti pengesahan dari perwakilan Republik Indonesia dari negara setempat
    3. Surat Pengantar dari desa
    4. KTP dan KK suami dan/atau istri

    Semua dokumen yang berbahasa asing diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ke Penterjemah resmi dan tersumpah

  • SISTEM, MEKANISME DAN PROSEDUR

    1. Pemohon mengajukan permohonan kutipan akta perkawinan kepada petugas loket akta
    2. Staf administrasi akta memproses akta perkawinan dan mengoreksi kelengkapan persyaratan. Jika tidak lengkap di kembalikan ke pemohon. Jika persyaratan lengkap staf administrasi akta perkawinan membuat pengumuman perkawinan selama 10 hari dan jika ada sanggahan dikembalikan kepada pemohon. Jika tidak ada sanggahan staf pengadministrasi akta melakukan pencatatan perkawinan
    3. Staf pengadministrasi akta mengkoreksi dan melaksanakan pencatatan perkawinan dengan menghadirkan pasangan suami istri, orang tua/wali dan saksi dan diteruskan kepada operator Akta
    4. Operator akta menginput data dan mencetak kutipan akta perkawinan dan diteruskan kepada kasi
    5. Kasi mengkoreksi, memverifikasi, memberikan paraf kutipan akta perkawinan. Jika data tidak sesuai berkas di kembalikan kepada staf administrasi akta dan jika telah lengkap diteruskan kepada kabid
    6. Kabid Pelayanan pencatatan sipil mengoreksi, memverifikasi, memberikan paraf kutipan akta perkawinan. Jika data tidak sesuai dengan berkas dikembalikan kepada kasi, jika sesuai dengan berkas diteruskan kepada kadis
    7. Kadis mendatangani register, kutipan akta perkawinan dan diteruskan kepada bidang pencatatan sipil
    8. Bidang pencatatan sipil membubuhkan cap dinas, memilah berkas register, kutipan akta perkawinan dan menyerahkan kepada loket dan pengarsipan
    9. Pemohon menerima kutipan akta perkawinan dengan menunjukkan bukti pengambilan

  • JANGKA WAKTU PELAYANAN

    14 (empat belas) hari kerja sejak permohonan dan persyaratan diterima dengan benar dan lengkap

Ari Adrian, S.Kom
Tuesday, 20 August 2019

  • PERSYARATAN

    1. Surat keterangan lahir dari dokter/bidan/penolong kelahiran
    2. Fotocopy akta nikah (legalisir)/ kutipan akta perkawinan
    3. Fotocopy kk dimana penduduk akan didaftarkan sebagai anggota keluarga
    4. KTP-el orang tua /wali/pelapor (diatas usia 17 tahun diwajibkan untuk melaporkan dirinya sendiri)
    5. Mengisi formulir permohonanSurat keterangan lahir dari dokter/bidan/penolong kelahiran

  • SISTEM, MEKANISME DAN PROSEDUR

    1. Pemohon mengajukan permohonan kutipan akta kelahiran ke petugas loket akta
    2. Petugas loket menerima, mengecek kelengkapan berkas, mencatat dan membuatkan bukti pengambilan dan diserahkan kepada pemohon
    3. Berkas yang telah dicatat diserahkan kepada operator akta untuk dientri
    4. Staf pengadministrasian Akta menerima berkas , memverifikasi, memberikan catatan di register sesuai keperluan pemohon dan diteruskan kepada kasi
    5. Kasi mengoreksi, memverifikasi, memberikan paraf kutipan akta kelahiran. Jika data tidak sesuai dengan berkas maka dikembalikan kepada pemohon dan jika sesuai dengan berkas diteruskan kepada kabid pelayanan pencatatan sipil
    6. Kabid Pelayanan pencatatan sipil mengoreksi, memverifikasi, memberikan paraf kutipan akta kelahiran. Jika data tidak sesuai dengan berkas maka dikembalikan kepada kasi dan jika sesuai dengan berkas diteruskan kepada kepala dinas
    7. Kepala Dinas mendatangani register dan kutipan akta kelahiran dan diteruskan kepada Bidang Pelayanan pencatatan sipil untuk diproses.
    8. Bidang pencatatan sipil membubuhkan cap dinas, memilah berkas register, kutipan akta kelahiran dan menyerahkan kepada loket dan pengarsipan. Pemohon menerima kutipan akta kelahiran dengan menunjukkan bukti pengambilan

  • JANGKA WAKTU PELAYANAN

    5 (lima) hari kerja sejak permohonan dan persyaratan diterima dengan benar dan lengkap

Ari Adrian, S.Kom
Tuesday, 20 August 2019

  • PERSYARATAN :

    1. Salinan penetapan pengadilan negeri yang sudah memperoleh kekuatan hukum tetap
    2. Kutipan akta kelahiran asli dan fotokopi
    3. Fotokopi KK
    4. Fotokopi KTP
    5. Mengisi formulir permohonan perubahan nama

  • SISTEM, MEKANISME DAN PROSEDUR :

    1. Pemohon mengajukan permohonan perubahan nama berdasarkan penetapan pengadilan kepada petugas loket akta
    2. Petugas loket menerima, mengecek kelengkapan berkas, mencatat dan membuatkan bukti pengambilan dan diserahkan kepada pemohon
    3. Berkas yang telah dicatat diserahkan kepada operator akta untuk dientri
    4. Staf pengadministrasian akta menerima berkas , memverifikasi, memberikan catatan di register sesuai keperluan pemohon dan diteruskan kepada kasi
    5. Kasi   mengoreksi, memverifikasi, memberikan paraf kutipan akta perubahan nama. Jika data tidak sesuai dengan berkas maka dikembalikan kepada pemohon dan jika sesuai dengan berkas diteruskan kepada kabid pelayanan pencatatan sipil
    6. Kabid Pelayanan pencatatan sipil mengoreksi, memverifikasi, memberikan paraf kutipan aktaperubahan nama. Jika data tidak sesuai dengan berkas maka dikembalikan kepada kasi dan jika sesuai dengan berkas diteruskan kepada kepala dinas
    7. Kepala Dinas mendatangani register dan kutipan akta perubahan nama dan diteruskan kepada Bidang Pelayanan pencatatan sipil untuk diproses
    8. Bidang pencatatan sipil membubuhkan cap dinas, memilah berkas register, kutipan akta perubahan nama dan menyerahkan kepada loket dan pengarsipan
    9. Pemohon menerima kutipan akta perubahan nama dengan menunjukkan bukti pengambilan

  • JANGKA WAKTU PELAYANAN :

    5 (lima) hari kerja sejak permohonan dan persyaratan diterima dengan benar dan lengkap

Ari Adrian, S.Kom
Tuesday, 20 August 2019

  • PERSYARATAN :

    Akta Rusak:

    1. Melampirkan Kutipan Akta yang rusak
    2. Fotocopy kutipan akta Kelahiran (jika ada)
    3. Fotocopy KK dan KTP

    Akta Hilang:

    1. Melampirkan surat laporan kehilangan dari kepolisian (yang melapor yang kehilangan akta/ortu/wali)
    2. Fotocopy kutipan akta Kelahiran (jika ada)
    3. Fotocopy KK dan KTP

  • SISTEM, MEKANISME DAN PROSEDUR

    1. Permohon mengajukan permohonan kutipan akta yang rusak atau hilang ke petugas loket akta
    2. Petugas loket menerima, mengecek kelengkapan berkas, mencatat dan membuatkan bukti pengambilan dan diserahkan kepada pemohon
    3. Berkas yang telah dicatat diserahkan kepada operator akta untuk dientri
    4. Operator akta menginput data dan mencetak kutipan akta yang rusak atau hilang dan diteruskan kepada staf pengadministrasian
    5. Staf pengadministrasian akta menerima berkas yang rusak atau hilang, memverifikasi, memberikan catatan di register sesuai keperluan pemohon dan diteruskan kepada kasi
    6. Kasi  mengoreksi, memverifikasi, memberikan paraf kutipan akta yang rusak atau hilang. Jika data tidak sesuai dengan berkas maka dikembalikan kepada pemohon dan jika sesuai dengan berkas diteruskan kepada kabid pelayanan pencatatan sipil
    1. Kabid Pelayanan pencatatan sipil mengoreksi, memverifikasi, memberikan paraf kutipan akta yang rusak atau hilang. Jika data tidak sesuai dengan berkas maka dikembalikan kepada kasi dan jika sesuai dengan berkas diteruskan kepada kepala dinas
    2. Kepala Dinas mendatangani register dan kutipan akta dan diteruskan kepada Bidang Pelayanan pencatatan sipil untuk diprosesBidang pencatatan sipil membubuhkan cap dinas, memilah berkas register,kutipan akta  dan menyerahkan kepada loket dan pengarsipankutipan akta  dan menyerahkan kepada loket dan pengarsipan
    3. Pemohon menerima kutipan akta  dengan menunjukkan bukti pengambilan

  • JANGKA WAKTU PELAKSANAAN :

    5 (lima) hari kerja sejak permohonan dan persyaratan diterima dengan benar dan lengkap.

Ari Adrian, S.Kom
Tuesday, 20 August 2019

  • PERSYARATAN

    1. Surat keterangan lahir dari dokter/bidan/penolong kelahiran
    2. Fotocopy akta nikah / kutipan akta perkawinan
    3. Fotocopy kk dimana penduduk akan didaftarkan sebagai anggota keluarga
    4. KTP-el orang tua /wali/pelapor (diatas usia 17 tahun diwajibkan untuk melaporkan dirinya sendiri)

  • SISTEM, MEKANISME DAN PROSEDUR

    1. Rumah sakit, puskesmas, bidan praktek mengajukan permohonan kutipan akta kelahiran bagi bayi yang baru lahir di tempat persalinan dan dikirim via aplikasi TSDA
    2. Operator TSDA mendownload data dari Rumah sakit dan Puskesmas kemudian diteruskan kepada operator kependudukan
    3. Operator kependudukan menginput dan mencetak konsep kk dan diteruskan kepada kasi
    4. Kasi mengoreksi, memverifikasi, memberikan paraf konsep kk. Jika data tidak sesuai dengan berkas dikembalikan ke operator TSDA dan jika berkas lengkap diteruskan kepada Kabid Kependudukan
    5. Kabid Kependudukan mengoreksi, memverifikasi, memberikan paraf konsep kk. Jika data tidak sesuai dengan berkas yang diberikan maka dikembalikan kepada kasi dan jika benar diparaf dan diserahkan kepada operator TSDA
    6. Operator TSDA menerima berkas KK dan akta kelahiran kemudian menyerahkan berkas kepada operator Akta untuk diproses
    7. Operator Akta menginput dan mencetak konsep akta dan diteruskan kepada kasi
    8. Kasi mengoreksi, memverifikasi, memberikan paraf kutipan akta kelahiran. Jika data tidak sesuai dengan berkas dikembalikan kepada oprator TSDA dan jika berkas sudah sesuai diteruskan ke Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil
    9. Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil mengoreksi, memverifikasi, memberikan paraf kutipan,   berkas dikembalikan kepada kasi dan jika sesuai dengan berkas diteruskan kepada kepala dinas
    10. Kepala dinas mendatangani register, kutipan Kk dan akta kelahiran dan diteruskan kepada bidang pencatatan sipil
    11. Bidang Pencatatan Sipil memproses kutipan akta kelahiran dan kk membubuhkan cap dinas, memilah berkas register, kk dan kutipan akta kelahiran, menyerahkan kepada operator tsda untuk diserahkan kepada operator rumah sakit dan puskesmas
    12. Operator rumah sakit dan puskesmas menerima kutipan akta kelahiran dan KK untuk diserahkan kepada pemohon

  • JANGKA WAKTU PELAYANAN

    5 (lima) hari kerja sejak permohonan dan persyaratan diterima dengan benar dan lengkap

Ari Adrian, S.Kom
Tuesday, 20 August 2019

  • PERSYARATAN :

    1. Fotokopi kutipan akta
    2. Fotokopi paspor
    3. Fotokopi KK
    4. Fotokopi KTP
    5. Surat keterangan dari konsulat Jenderal RI
    6. Kutipan Akta Asli

  • SISTEM, MEKANISME DAN PROSEDUR :

    1. Pemohon mengajukan permohonan pelaporan peristiwa penting WNI dari luar negeri kepada petugas penerima
    2. Pemroses dokumen menerima, mengoreksi kelengkapan persyaratan. jika tidak lengkap dikembalikan ke pemohon, jika persyaratan lengkap petugas meregistrasi, mancatat dan membuat bukti pengambilan diteruskan kepada pranata komputer
    3. Administrator SIAK Pencatatan Sipil mengiput data dan mencetak konsep pelaporan peristiwa penting WNI dari luar negeri dan diteruskan kepada kasi
    4. Kasi mengoreksi, memverifikasi, memberikan paraf konsep akta ruusak, hilang, jika data tidak sesuai dengan berkas maka dikembalikan kepada administrator SIAK pencapil dan jika sesuai dengan berkas diteruskan kepada kabid
    5. Kabid pelayanan pencatatan sipil mengoreksi, memverifikasi, memberikan paraf konsep pelaporan peristiwa penting WNI dari luar negeri. Jika tidak sesuai dengan berkas dikembalikan kepada administrator SIAK pencapil dan jika sesuai dengan berkas diteruskan kepada kabid
    6. Kabid memberikan paraf konsep pelaporan peristiwa penting WNI dari luar negeri dan diteruskan kepada administrator SIAK pencapil untuk di cetak pelaporan peristiwa penting WNI dari luar negeri.
    7. Administrator SIAK pencapil mencetak pelaporan peristiwa penting WNI dari Luar Negeri dan diteruskan kepada kepala dinas untuk ditandatangani. Kepala dinas menandatangani pelaporan peristiwa penting WNI dari Luar negeri diteruskan kepada pemroses pelaporan peristiwa penting dari luar negeri.
    8. Pemroses dokumen membubuhkan cap dinas pada pelaporan peristiwa penting WNI dari luar negeri dan menyerahkan kepada pemohon.
    9. Pemohon menerima pelaporan peristiwa penting WNI dari luar negeri dengan menunjukkan bukti pengambilan

  • JANGKA WAKTU PELAYANAN :

    5 (lima) hari kerja sejak permohonan dan persyaratan diterima dengan benar dan lengkap.

Ari Adrian, S.Kom
Monday, 19 August 2019

  • PERSYARATAN :

    1. Fotokopi paspor
    2. Fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi
    3. Pas foto warna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 lembar
    4. Mengisi formulir di Disdukcapil
    5. Diproses di Disdukcapil

  • SISTEM, MEKANISME DAN PROSEDUR :

    1. Pemohon mengajukan permohonan pembuatan Kartu Keluarga Asing
    2. Petugas loket menerima dan mengoreksi kelengkapan persyaratan. Jika persyaratan tidak lengkap dikembalikan kepada pemohon, jika persyaratan lengkap diteruskan kepada Administrator SIAK Identitas Penduduk
    3. Administrator SIAK Identitas Penduduk menginput data dan mencetak konsep Kartu Keluarga Asing dan diteruskan ke Kasi Identitas Penduduk
    4. Kasi Identitas Penduduk mengoreksi konsep Kartu Keluarga Asing. Jika tidak sesuai dengan berkas dikembalikan kepada Administrator SIAK Identitas Penduduk, jika benar di beri paraf dan diteruskan kepada Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk
    5. Kabid pelayanan Pendaftaran Penduduk mengoreksi konsep Kartu Keluarga Asing. Jika tidak sesuai dengan berkas, dikembalikan ke Kasi Identitas Penduduk, jika benar di beri paraf dan diteruskan Administrator SIAK Identitas Penduduk untuk di cetak Kartu Identitas Penduduk
    6. Kadis menandatangani Kartu Keluarga Asing dan diteruskan kepada Pengolah Data Identitas Penduduk
    7. Pengolah data identitas penduduk meregistrasi,membubuhkan cap dinas, memilah berkas dan menyerahkan kepada pemohon
    8. Pemohon menerima Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) dengan menunjukkan tanda bukti pengambilan

  • JANGKA WAKTU PELAYANAN :

    5 (lima) hari kerja sejak permohonan dan persyaratan diterima dengan benar dan lengkap

 

Subcategories

banner ektp

Tentang Kami

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas merupakan unsur penunjang Pemerintah Daerah yang mempunyai tugas membantu Kepala Daerah untuk melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

  • Jl. Pembangunan No. xxx
  • Telp. 0562-391xxx
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Form Kontak

Statistik Pengunjung

We have 33 guests and no members online