Ari Adrian, S.Kom
Wednesday, 20 January 2021

DATA KEMENDAGRI DAN POLRI SUDAH TERINTEGRASI, PERMUDAH UNGKAP IDENTITAS KORBAN SJ-182 DENGAN SIDIK JARI

Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri terus bekerja mengurus semua dokumen yang dibutuhkan terkait korban Sriwijaya Air SJ-182. Tim Verifikasi Data Jenazah (VDJ) Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri bekerja mendukung penuh dan bersinergi dengan Tim DVI Polri mengidentifikasi korban Sriwijaya Air SJ-182.

Berdasarkan Rekapitulasi Data Teridentifikasi Ops DVI Sriwijaya SJ 182 sampai Sabtu (16/1/2021), sudah ada 24 korban Sriwijaya Air yang teridentifikasi di RS Polri. Sebanyak 12 jenazah korban sudah dipulangkan dari RS Polri kepada pihak keluarga.

Menurut Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh, dari proses verifikasi 24 bagian tubuh (body part) jenazah para korban, sebanyak 13 korban teridentifikasi dengan sidik jari setelah dicocokkan dengan data biometrik dalam database kependudukan Dukcapil. Sisanya teridentifikasi melalui test DNA yang dilakukan TIM DVI Polri.

Data biometrik Dukcapil sudah banyak digunakan untuk membantu Polri sebagai upaya penegakan hukum dan pencegahan kriminalitas termasuk pengungkapan jati diri korban bencana dan musibah. 

"Dukcapil Kemendagri terus membantu penuh Tim DVI Polri dengan memberikan hak akses yang seluas-luasnya agar identifikasi sidik jari korban bisa secara mudah dicocokkan dengan data sidik jari KTP-el korban yang ada di data centre Dukcapil. Setiap penduduk yang sudah memiliki KTP-el, maka data 10 sidik jarinya sudah tersimpan di data centre. Maka ketika ada body part salah satu sidik jari saja, maka sudah bisa di identifikasi. Proses ini menjadi lebih mudah dilakukan karena sudah ada integrasi data Kemendagri dan Polri," demikian pungkas Zudan menutup penjelasannya.

https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/636/data-kemendagri-dan-polri-sudah-terintegrasi-permudah-ungkap-identitas-korban-sj-182-dengan-sidik-jari

Ari Adrian, S.Kom
Monday, 14 December 2020

Tertinggi Dalam Sejarah, Cakupan Perekaman KTP-el pada Pilkada 2020

TPS PILKADA SAMBAS 2020

 

Proses demokratisasi di Indonesia dinilai menunjukkan progres yang semakin bagus. Penilaian ini disampaikan oleh Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh yang sudah mengalami 6 kali mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). Ini dikaitkan dengan cakupan perekaman KTP-el yang terus meningkat sejak tahun 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, dan 2020 pada saat Pemilu Presiden, Pemilu Legislatif maupun Pilkada. 

Pada pileg pilpres 2014 cakupan perekaman baru mencapai 82 persen. Saat itu terdapat Pilkada yang berlangsung sukses pada 2015 terkait dengan data pemilih dan KTP-el. Persentase perekaman terus meningkat sering perjalanan waktu. Pada 2017 cakupan perekaman KTP-el naik 11 persen menjadi 93 persen. Selanjutnya pada 2018 perekaman KTP-el naik lagi menjadi 97,21 persen. Hingga Juni 2020 cakupan perekaman KTP-el sudah mencapai 98 persen, Pilkada 2020 yang mensyaratkan untuk memilih dengan KTP-el, cakupan perekaman sudah tertinggi dalam sejarah pilkada yaitu 98 persen.

Apa makna di balik ini semua? Dengan cakupan kepemilikan KTP-el yang semakin tinggi mestinya partisipasi pemilih bisa didorong lebih tinggi. Sebab Dukcapil konsisten untuk mendorong agar para pemilih wajib menggunakan KTP-el atau minimal menggunakan Suket atau surat keterangan tanda sudah merekam KTP-el.

Mengapa pemilih harus menggunakan KTP-el? Sebab Indonesia sedang terus membangun Single Identity Number, satu penduduk satu identitas untuk menghindari penduduk ber-KTP ganda, yang dengan begitu akan menghindari pemilih ganda. KTP-el adalah satu-satunya instrumen untuk menunggalkan data. Oleh sebab itu saya bermohon kepada KPU dan Bawaslu terus konsisten dengan aturan kalau tidak memiliki KTP-el atau minimal tidak punya Suket maka tidak boleh mencoblos.

Ari Adrian, S.Kom
Monday, 26 October 2020

HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2020

Sambas - Menueruskan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : 440 Tahun 2020, Nomor : 03 Tahun 2020 tentang perubahan Ketiga  atas Keputusan Bersama iMenteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : 728 Tahun 2019, Nomor : 01 Tahun 2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020. Serta Surat Bupati Sambas Nomor : 800/562/BKPSDMAD-E tanggal 5 Juni 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Pelayanan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Sambas LIBUR, mulai pada Hari Rabu 28 Oktober 2020 dan pada Hari Jumat 30 Oktober 2020.

Pelayanan BUKA kembali pada Hari Senin 02 Nopemeber 2020

Ari Adrian, S.Kom
Wednesday, 09 September 2020

Pelayanan Jemput Bola di Kecamatan Pemangkat

 

Sambas - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas melakukan pelayanan jemput bola di Kecamatan Sambas. Selasa, 08/09/20

Sadar akan pentingnya dokumen kependudukan untuk masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas selalu mendekatkan diri kepada masyarakat dalam hal Pelayanan Administrasi Kependudukan. Kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk melengkapi dokumen kependudukannya. Mulai dari KTP-el, Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Akta Kematian hingga Kartu Identitas Anak (KIA).

Ari Adrian, S.Kom
Monday, 02 November 2020

Ini Nilai Penting Akta Kematian Bagi Ahli Waris

Seperti silih berganti siang dan malam, juga ada yang lahir dan wafat. Begitulah siklus kehidupan. Namun bagi petugas Dukcapil siklus kehidupan manusia dari lahir hingga meninggal dunia adalah peristiwa yang mesti dicatat. Beragam peristiwa kependudukan seperti pindah datang, perubahan alamat, harus dilaporkan dan dicatat petugas Dukcapil karena membawa akibat terhadap penerbitan atau perubahan dokumen kependudukan antara lain Kartu Keluarga, elemen data KTP elektronik, dan lainnya.

Bak malaikat yang mencatat seluruh amal perbuatan seseorang, begitu juga petugas Dukcapil mencatat semua peristiwa penting yang mengubah status sipil seseorang meliputi kelahiran, kematian, lahir mati, perkawinan, perceraian, pengakuan anak, pengesahan anak, pengangkatan anak, perubahan nama, dan perubahan status kewarganegaraan. 

Mengapa orang lahir dan meninggal harus dicatat? Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh punya jawaban logisnya. 

Seperti bayi yang baru lahir diberikan penghormatan berupa dibuatkan akta kelahiran dan nomor induk kependudukan (NIK), dibuatkan juga Kartu Identitas Anak (KIA), maka begitu juga penduduk yang meninggal dunia mendapatkan akta kematian. Filosofi pemberian akta kematian pada hakikatnya sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terakhir dari negara terhadap warganya. 

"Negara betul-betul hadir melalui Dukcapil di setiap tahapan kehidupan penduduk. Itulah sejatinya tugas Dukcapil yang tak berhenti mencatat peristiwa penting dan peristiwa kependudukan sejak warga negara lahir, masa kanak-kanak hingga remaja, kemudian dewasa hingga akhir hayatnya," beber Dirjen Zudan dalam dialog Ngopie Pagi Bareng Prof. Zudan Episode ke-20 bertajuk "Bersahabat Dengan Penjaga Makam" yang disiarkan secara live streaming melalui channel TVDesa dan channel Dukcapil KDN di situs berbagi video Youtube, Jumat (30/10/2020).

Dalam keseharian ternyata banyak sekali manfaat pencatatan kematian. Pertama, terbitnya akta kematian berfungsi sebagai bukti hukum atau legalitas bahwa seseorang benar telah meninggal dunia, dan mendapat pengakuan negara dengan diterbitkannya dokumen kependudukan berupa akta kematian.

"Dengan menerbitkan dokumen akta kematian bila mendiang memiliki aset, maka bagi ahli waris akan lebih mudah disusun pembagian harta waris. Akan lebih jelas nasab hubungan ortu dengan anak. Siapa yang jadi wali pada pernikahan sepeninggal almarhum. Begitu juga hubungan sosial ekonomi yang lain, seperti untuk mengurus klaim asuransi, dana Taspen, dana pensiun, dan lainnya akan lebih mudah dengan persyaratan akta kematian," papar Zudan.

Selain itu, bagi negara, pencatatan kematian penduduk yang akurat akan membantu penyaluran bantuan sosial dan subsidi lebih tepat sasaran. Tidak ada lagi cerita warga yang sudah meninggal dunia masih mendapatkan bantuan sosial, atau pegawai yang sudah wafat masih menerima jatah uang pensiun.

Ari Adrian, S.Kom
Thursday, 22 October 2020

Jemput Bola Layanan Adminduk, Disdukcapil Sambas Kunjungi Kantor Camat Paloh

Sambas - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sambas terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat Kabupaten Sambas, salah satunya melalui kegiatan pelayanan jemput bola di wilayah Kabupaten Sambas. Pelayanan jemput bola tersebut, dimaksudkan sebagai upaya memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan dokumen kependudukan, antara lain pembuatan/perbaikan Kartu Keluarga, perekaman/pencetakan KTP Elektronik, pelayanan akta catatan sipil dan pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA).

Ari Adrian, S.Kom
Thursday, 03 September 2020

Layani Adminduk, Disdukcapil Sambas Jemput Bola Ke Kecamatan Salatiga

Sambas - Untuk melayani Administrasi Kependudukan (Adminduk) seperti KTP, Kartu Keluarga dan Akta Pencatatan Sipil, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sambas melakukan kegiatan jemput bola ke Desa dan Kantor Camat di Kabupaten Sambas.

Subcategories

banner ektp

Tentang Kami

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas merupakan unsur penunjang Pemerintah Daerah yang mempunyai tugas membantu Kepala Daerah untuk melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

  • Jl. Pembangunan No. xxx
  • Telp. 0562-391xxx
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Form Kontak

Statistik Pengunjung

We have 27 guests and no members online