banner2

Grafik

Kumpulan Artikel

Ari Adrian, S.Kom
Thursday, 20 September 2018

Sambas -  Penduduk adalah setiap orang baik Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing yang bertempat tinggal di wilayah di Negara Repubik Indonesia dan telah memenuhi ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dijelaskan tentang penggunaan data kependudukan yang dihasilkan dari Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) merupakan satu-satunya data kependudukan yang dapat digunakan dalam pelayanan publik, alokasi anggaran, perencanaan pembangunan, pembangunan demokrasi, penegakan hukum dan pencegahan kriminal.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemanfaatan Data Kependudukan oleh lembaga negara, kementerian/lembaga pemerintah non kementerian atau badan hukum Indonesia adalah data kependudukan yang sudah dikonsolidasikan dan dibersihkan oleh Kementerian Dalam Negeri. Data kependudukan diterbitkan secara berkala, untuk skala nasional, skala provinsi, skala kabupaten/kota diterbitkan per semester yaitu semester I tiap tanggal 30 Juni dan semester II tiap tanggal 31 Desember.

Data semester I tahun 2018, jumlah penduduk Kabupaten Sambas adalah sebanyak 634.412 jiwa. Jumlah kepala keluarga sebanyak 171.979 jiwa, jumlah Wajib KTP sebanyak 445.654 jiwa dan jumlah angkatan kerja produktif untuk usia 15 - 64 tahun sebesar 312.702 jiwa.

 

NO KECAMATAN JUMLAH PENDUDUK
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH
1 SAMBAS 28.598 27.968 56.566
2 TELUK KERAMAT 38.263 35.981 74.244
3 JAWAI 24.620 23.062 47.682
4 TEBAS 42.217 39.987 82.204
5 PEMANGKAT 28.508 27.553 56.061
6 SEJANGKUNG 13.988 13.189 27.177
7 SELAKAU 19.478 18.425 37.903
8 PALOH 15.326 14.373 29.699
9 SAJINGAN BESAR 6.038 5.564 11.602
10 SUBAH 12.104 11.234 23.338
11 GALING 12.644 12.070 24.714
12 TEKARANG 9.037 8.577 17.614
13 SEMPARUK 15.769 15.060 30.829
14 SAJAD 6.839 6.857 13.696
15 SEBAWI 10.510 9.948 20.458
16 JAWAI SELATAN 12.029 11.035 23.064
17 TANGARAN 13.391 12.563 25.954
18 SALATIGA 9.765 9.317 19.082
19 SELAKAU TIMUR 6.470 6.055 12.525
JUMLAH 325.594 308.818 634.412
Ari Adrian, S.Kom
Monday, 13 August 2018

  • Prof. Zudan Sampaikan 6 Hal Terkait KTP Elektronik

    Sebagai bentuk akuntabilitas pelaksanaan tugas serta memberi ruang terhadap keterbukaan informasi publik tentang pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk), Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh melalui keterangan tertulis menyampaikan 6 hal terkait perkembangan pelaksanaan program penerbitan KTP-el pada Kamis (09/08/2018). 

    Informasi yang disampaikan kepada masyarakat dan media massa tersebut diharapkan Prof. Zudan bisa menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan pelayanan Adminduk bagi jajaran Dukcapil seluruh Indonesia, serta mengambil langkah-langkah tindak lanjut yang diperlukan. 

    Berikut 6 point kutipan lengkap pernyataan Prof. Zudan tersebut. 

    Satu, jumlah penduduk wajib KTP sampai dengan tanggal 30 Juni 2018 sejumlah 191.509.749 jiwa dari jumlah penduduk sebesar 263.950.794 jiwa.

    Dua, dari jumlah penduduk wajib KTP tersebut, yang sudah melakukan perekaman data KTP-el sebesar 183.457.969 jiwa (95,80%), sisanya 8.051.780 jiwa (4,20%) belum melakukan perekaman data KTP-el. 

    Tiga, untuk pemilih pemula yang berusia 17 tahun dari tanggal 1 Januari 2019 sampai dengan tanggal 17 April 2019 sebesar 1.043.524 jiwa. Sedangkan pemilih pemula yang berumur 17 tahun di tahun 2018 berjumlah 3.852.419 jiwa. Artinya sekitar 4 persen penduduk yang belum merekam KTP-el didominasi oleh pemilih pemula.

    Empat, dalam upaya menuntaskan sisa perekaman, telah dilakukan berbagai inovasi di  antaranya pelayanan rekam dan cetak di luar domisili, pelayanan keliling, jemput bola, pelayanan di sekolah, kampus, kementerian/lembaga, pesantren, pasar, mall, tempat ibadah, lapas dan tempat-tempat keramaian lainnya, serta menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga pelayanan publik agar menjadikan KTP-el sebagai dasar pelayanan.

    Lima, selain upaya tersebut di atas pada angka 4,  kegiatan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) yang telah diluncurkan pertama kali pada tanggal 7 Februari 2018 sebagai upaya memberikan layanan administrasi kependudukan di tingkat provinsi, telah dilakukan di beberapa provinsi di Indonesia, yaitu di Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, D.I Yogyakarta, dan Kalimantan Utara yang melibatkan seluruh Dinas Dukcapil kabupaten/kota dan unsur masyarakat di wilayahnya masing-masing.

    Enam, selain kegiatan perekaman dan pencetakan KTP-el bagi WNI di Indonesia, kegiatan perekaman, pendataan, dan penerbitan Nomor Identitas Tunggal (NIT/NIK) bagi WNI di luar negeri telah juga dilakukan di 10 negara, seperti di Jepang, Malaysia, Filipina, Arab Saudi, Nigeria, Jerman, Amerika Serikat, Hongkong, Korea Selatan dan Belanda.

Ari Adrian, S.Kom
Monday, 06 August 2018

Kenapa Proses Pembuatan KTP Elektronik Lama???

KTP EL atau Kartu Tanda Penduduk Elektronik adalah Kartu Identitas Kependudukan yang wajib dimiliki oleh setiap masyarakat indonesia dengan batasan umur 17 tahun ke atas atau berstatus kawin/pernah kawin, KTP EL adalah Kartu Identitas Penduduk Terbaru menggantikan KTP SIAK yang bahan bakunya dari kertas, Kemajuan Teknologi serta zaman yang serba praktis maka KTP SIAK di gantikan dengan KTP EL yang bisa menyimpan data identitas diri dalam sebuah Kartu yang sudah ditanami Chip sebagai memori penyimpanan. Proses awal sampai dengan mendapatkan KTP EL terbilang lama terbukti ketika awal mula pergantian KTP SIAK menjadi KTP EL, pada awal mula pemerintahan melakukan proses perekaman masal disetiap kecamatan dengan bertujuan untuk merekam data-data biometrik antara lain: Foto diri, Sidik Jari, Iris Mata dan Tanda Tangan yang dimiliki oleh setiap masyarakat sebagai data identitas penting yang membedakan setiap orang.

Proses Pembuatan KTP EL Lama?

Secara teknis proses pembuatan KTP EL dibagi menjadi 5 (lima) tahapan:

1. PROSES PEREKAMAN

Data Penduduk yang telah memiliki NIK dengan minimal usia 17 Tahun akan dilakukan perekaman KTP EL dengan syarat NIK tersebut masih UNREGISTERED dengan kata lain NIK masih dalam keadaan kosong dari data perekaman, setelah melakukan perekaman maka status dari NIK berubah menjadi BIO_CAPTURED yaitu status telah direkam yang akan berubah menjadi PROCESSING dan berlanjut ke tahapan selanjutnya.

2. PROSES PENGIRIMAN DATA

Dalam tahap ini data yang telah direkam akan melalui beberapa tahap pengiriman, SENT_FOR_ENROLLMENT (SFE) yaitu data perekaman dikirim ke data center pusat (data Kemendagri) tetapi belum tentu data tersebut sampai karna proses pengiriman ini tergantung dari kelancaran jalur server daerah ke server pusat yang menggunakan jalur private bukan public seperti halnya berinternetan tetapi pengiriman data ini menggunakan private jalur yang membuat hambatan lama tetapi keamanan data terjamin, bisa dibayangkan seluruh server daerah se indonesia menggunakan jalur ini untuk mengirimkan data ke server pusat dan begitu padatnya. Status selanjutnya yaitu RECEIVED_AT_CENTRAL data yang telah dikirim sudah sampai dipusat tetapi akan di proses ke tahapan selanjutnya.

3. PROSES PENGECEKAN DATA

Setelah sampai di data pusat maka proses selanjutnya akan dibagi menjadi beberapa status data, antara lain staus ENROLL_FAILURE_AT_CENTRAL yaitu hasil identifikasi di pusat tidak lengkap atau tidak terbaca, proses ini bisa saja dari data yang belum sepenuhnya sampai ke pusat atau ada kesalah ketika perekaman di daerah, status SEARCH_FAILURE_AT_CENTRAL adalah pencarian data gagal di data center, status ENROLL_FAILURE_AT_CENTRAL adalah hasil verifikasi biometrik di daerah teridentifikasi tidak lengkap atau tidak terbaca di karenakan kesalahan kode area perkaman di daerah, status PACKET_ENTRY artinya paket data dikirim ulang, setelah melakukan beberapa tahap diatas dan data tersebut tidak mengalami hambatan pada saat melakukan proses diatas maka status akan berubah menjadi SENT_FOR_DEDUP yang artinya data dikirim untuk melakukan penunggalan data dan berlanjut ke tahap selanjutnya.

4. PROSES PENUNGGALAN DATA

Dalam proses penunggalan data ada tiga tahap yang harus dilalui oleh data, antara lain, status DUPLICATE_RECORD yaitu data termasuk data ganda, dalam tahapan ini data diseleksi dan dicocokan dengan data penduduk yang telah rekam sidik jari diseluruh Indonesia yang ada di data center dengan melakukan proses one to one verifikasi, bila data teridentifikasi ganda maka status akan berubah menjadi DUPLICATE_RECORD maka data awallah yang akan tetap menjadi data tunggal, data DUPLICATE_RECORD sering terjadi dikarenakan penduduk yang memiliki dokumen kependudukan lebih dari 1 (KK/KTP) dan merekam 2X atau lebih dengan NIK yang berbeda atau rekam 2X atau lebih dikabupaten yang berbeda, sebagai contoh: YANI memiliki 2 identitas KK dan KTP di Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang, YANI datang ke Disdukcapil Kabupaten Sambas rekam sidik jari pertama kali di Kabupaten Sambas dan telah dicetak KTP EL nya, Si YANI datang kembali ke Disdukcapil Kota Singkawang untuk merekam sidik jari setelah menunggu lama ternyata status datanya DUPLICATE_RECORD, artinya data ganda yang ada di Kota Singkawang tidak akan bisa dicetak kecuali mengurus surat pindah terlebih dahulu dari Kabupaten Sambas apabila ybs ingin menjadi penduduk Kota Singkawang karena data rekam awal sidik jari yang bersangkutan pertama kali di Kabupaten Sambas.

Status ADJUDICATE_RECORD yaitu kondisi data hasil perekaman sedang di verifikasi karena ada kemiripan dengan data yang lain, status REQUEST_VALIDATION status ini memerlukan verifikasi dari daerah dikarnakan ada kesimpangan data, misalkan jenis kelamin laki-laki tetapi foto yang ada dalam data perekaman adalah foto perempuan.

Setelah melakukan tahap penunggalan jika data perkaman tidak terjaring oleh 3 status diatas maka data tersebut akan masuk

ketahapan selanjutnya.

5. PROSES PERCETAKAN KTP EL

Setelah melewati beberapa tahapan yang begitu panjang dan waktu yang begitu panjang juga maka data yang sudah masuk ketahapan ini adalah data yang sudah siap untuk dicetak dengan status PRINT_READY_RECORD (PRR) di pusat yang nantinya data tersebut akan dikirimkan ke server daerah untuk dilakukan pencetakan KTP EL, status SENT_FOR_CARD_PRINTING yang artinya data dikirim untuk dilakukan pencetakan KTP EL di daerah, status CARD_SHIPPED yaitu data sudah dikirim ke daerah, status CARD_PRINTED artinya data sudah melakukan percetakan KTP EL, status CARD_ISSUED artinya data sudah dicetak KTP EL dan sudah melakukan aktivasi.

Nah... Begitu panjang ternyata tahapan yang harus dilalui ketika kita ingin mendapatkan sebuah KTP EL, maka dari itu bagi masyarakat Kabupaten Sambas yang sudah berusia 17 tahun atau belum berusia 17 tahun tapi berstatus kawin/pernah kawin (cerai hidup, cerai mati) dipersilahkan untuk segera mungkin melakukan perekaman KTP EL agar bisa memperoleh akses pelayanan publik yang telah disiapkan Pemerintah seperti pelayanan BPJS, pelayanan perizinan, pelayanan Imigrasi dan lainnya.

Semoga informasi yang disampaikan bisa menjawab pertanyaan yang begitu banyak terkait KTP EL khususnya di Kabupaten Sambas.

#ktp #ktpel #ktpelektronik #kartutandapendudukelektronik

U. ROBI YUSHANDA, A.Md
Wednesday, 18 July 2018

Wujudkan GISA Dukcapil Kabupaten Sambas Lakukan Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Di Kecamatan

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas (Disdukcapil) mulai menggelar Sosialisasi Kebijakan Kependudukan yang diawali di Kecamatan Pemangkat pada tanggal 9 Juli 2018. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas, Hj. Wahidah, SE., M.Si, mengatakan, sosialisasi kebijakan kependudukan memiliki makna yang strategis dan sangat penting, sosialisasi diperlukan sebagai bagian pelayanan memantapkan pelaksanaan administrasi kependudukan. Pemerintah Daerah ingin memberikan pelayanan khususnya di bidang kependudukan secara profesional dan berkualitas,” ujar dia saat sosialisasi kebijakan kependudukan di Kantor Camat Jawai Selatan, Senin (16/7).

Lebih lanjut beliau menjelaskan, pada tahun 2018 ini, Sosialisasi yang diusung terkait dengan penyuksesan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) Kependudukan. Seluruh komponen masyarakat lanjut dia dapat menyukseskan gerakan ini dengan melengkapi seluruh dokumen kependudukan. Sosialisasi sudah kita mulai pada tanggal 9 juli 2018 di Kecamatan Pemangkat dan insya Allah terakhir pada tanggal 30 Juli 2018 di Kecamatan Sajingan Besar,” ungkap dia.

Pada kesempatan yang sama beliau menambahkan bahwa sasaran sosialisasi ini adalah untuk mewujudkan komitmen pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten untuk mensukseskan gerakan tertib administrasi kependudukan, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik khususnya di bidang pelayanan kependudukan. “Kita berharap ada kesadaran masyarakat khususnya di Kabupaten Sambas terkait kepemilikan dokumen kependudukan, pemutakhiran data kependudukan, pemanfaatan data kependudukan serta kesadaran ASN yang ada di Dinas Dukcapil dalam melayani administrasi kependudukan menuju masyarakat tertib administrasi,” harap dia.

Bupati Sambas, H. Atbah Romin Suhaili, Lc, membuka sosialisasi kebijakan kependudukan di Kantor Camat Jawai Selatan, Senin (16/7). Dalam sambutannya, dia menyebutkan, gencarnya sosialisasi kependudukan yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas terkait pelayanan administrasi kependudukan, memberikan rasa optimisme yang tinggi pada penyelenggaraan administrasi kependudukan. “Sosialisasi kebijakan kependudukan, merupakan momentum penting mendukung gerakan sadar administrasi kependudukan,” ujar dia.

Jika sudah terjadi kesadaran yang tinggi dalam hal administrasi kependudukan, Atbah yakin penyelenggaraan administrasi kependudukan akan semakin berkualitas dan profesional. Dia menerangkan, penyelenggaraan KTP Elektronik memiliki tujuan yang sangat baik bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. “Saat ini, data kependudukan telah dimanfaatkan oleh 886 lembaga pengguna baik pemerintah maupun swasta. Data kependudukan tersebut digunakan untuk perencanaan pembangunan, pelayanan publik, pengalokasian anggaran, pembangunan demokrasi dan pencegahan kriminal,” terang Bupati.

Foto Kegiatan

Subcategories

banner ektp

Tentang Kami

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas merupakan unsur penunjang Pemerintah Daerah yang mempunyai tugas membantu Kepala Daerah untuk melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

  • Jl. Pembangunan No. xxx
  • Telp. 0562-391xxx
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Form Kontak

Statistik Pengunjung

We have 38 guests and no members online

784757
Hari ini
Bulan ini
596
13327

ip address 54.225.59.14