Kumpulan Artikel

Ari Adrian, S.Kom
Monday, 06 July 2020

Alur Status Perekaman KTP-EL

Ada 6 fase yang dapat mengambarkan alur status perekaman KTP-el.

1. Fase Inisiasi

Data Penduduk yang telah memiliki NIK dan masuk usia Wajib KTP masih UNREGISTERED alias belum terdaftar dalam aplikasi ENROLLMENT KTP-el dengan kata lain NIK masih keadaan kosong dari data perekaman. NIK diambil dari data yang ada dalam database SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan).

2. Fase Perekaman

Setelah proses perekaman KTP-el berlangsung (tentu saja setelah Wajib KTP itu diambil foto, sidik jari, iris, dan berikut tanda tangannya), maka status data menjadi BIO_CAPTURED yang terjemahan sederhananya adalah data baru saja/telah diambil. Pada saat ini data seseorang belum terkirim ke Data Center Kemendagri. Setelahnya, status data berubah menjadi PROCESSING alias data terproses untuk dikirim ke Data Center.

3. Fase Pengiriman Data

Status SENT_FOR_ENROLLMENT (SFE) menjelaskan data perekaman dikirim dari server KTP-el di daerah ke Data Center Kemendagri (Pusat) menggunakan jalur private. Untuk status ini, tidak bisa ditentukan durasi waktunya berapa lama, bisa 1 hari, 3 hari, 20 hari, bahkan lebih, tergantung dari kondisi jaringan di Data Center.

Pada saat ini terjadi critical time atau waktu kritis I, dimana data seseorang sedang “masuk secara berdesakan” ke server Pusat.  Pada saat status SENT_FOR_ENROLLMENT ini, peran Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota hanya dapat memantau kapan data bisa masuk ke server Data Center.

Dari status SENT_FOR_ENROLLMENT akan berubah menjadi RECEIVED_AT_CENTRAL atau pengertiannya data diterima di Data Center.

4. Fase Pengecekan Data

Pada fase ini, data diterima di Data Center, terjadi waktu kritis II dengan beberapa status yang terjadi.

Yang pertama, yaitu ENROLL_FAILURE_AT_CENTRAL atau hasil verifikasi biometrik di pusat teridentifikasi tidak lengkap atau tidak terbaca.

Yang kedua, adalah SEARCH_FAILURE_AT_CENTRAL  atau Pencarian data gagal dilakukan oleh Data Center.

Yang ketiga adalah ENROLL_FAILURE_AT_REGIONAL yang artinya hasil verifikasi biometrik di kab./kota teridentifikasi tidak lengkap atau tidak “terbaca. Data tidak terkirim, karena kesalahan kode area perekaman di daerah.

PACKET_ENTRY artinya paket data dikirim ulang , setelah melakukan beberapa tahap di atas dan data tersebut tidak mengalami hambatan pada saat melakukan proses di atas maka status akan berubah menjadi SENT_FOR_DEDUP yang artinya data dikirim untuk melakukan penunggalan data dan berlanjut ke tahap selanjutnya.

Semua data yang disebutkan di atas adalah kondisi yang menjadi tanggung jawab Pusat.

5. Fase Penunggalan Data

Dalam fase penuggalan data, terdapat tiga status yang masih menjadi tanggung jawab pusat, yaitu adalah DUPLICATE_RECORD, ADJUDICATE RECORD, REQUEST_VALIDATION.  Ke-tiga status ini terjadi untuk memastikan ketunggalan data dan menimbulkan waktu kritis III.

DUPLICATE_RECORD (DR) terjemahan sederhananya adalah data ganda. Bahasa teknis yang digunakan untuk menjelaskan status DR ada 2 (dua) yaitu, One to One, dimana salah satu rekaman biometrik (sidik jari dan/atau iris) telah lulus verifikasi, namun  perekaman KTP-el dengan biometrik yang sama tetapi NIK-nya berbeda dan One to Many, hasil verifikasi beberapa biometrik teridentifikasi ganda dengan NIK yang berbeda-beda.

ADJUDICATE RECORD, yaitu kondisi hasil rekaman sidik jari yang terkirim ke pusat sedang diverifikasi, dan teridentifikasi ada kemiripan (antara sama atau berbeda).

REQUEST_VALIDATION, yaitu hasil verifikasi di pusat masih perlu divalidasi oleh Kab./Kota, antara lain karena data hasil perekaman teridentifikasi seperti Jenis kelamin laki-laki, tetapi pas foto perempuan; Komposisi NIK berjenis kelamin laki-laki, sementara data pada kolom berjenis kelamin perempuan.

Untuk menyelesaiakan ketiga status dalam fase Penunggalan Data ini, terdapat status REQUEST FOR DELETION, adalah status penghapusan data perekaman KTP-el yang bermasalah. Hal ini dilakukan oleh Disdukcapil Kabupaten/Kota dengan melakukan pengiriman data ke Pusat untuk dihapus. Pengajuan penghapusan tidak bisa dilakukan sembarang dikarenakan harus terlebih dahulu dianalisis mengapa data bisa mengalami masalah dan mempertimbangkan data pembandingnya. Penghapusan data diproses melalui aplikasi DELICA.

6. Fase Pencetakan

PRINT_READY_RECORD (PRR) atau data siap dicetak. Ketika data sudah dipastikan tunggal di Data Center, maka data tersebut dapat dicetak di daerah. Waktu yang dibutuhkan untuk mencetak data PRR relatif cepat.

Status lain yang berhubungan dengan Fase Pencetakan adalah:

SENT_FOR_CARD_PRINTING atau status data di kirim untuk dilakukan pencetakan KTP elektronik di daerah,

CARD_SHIPPED yaitu data sudah dikirim ke daerah,

CARD_PRINTED yaitu status data sudah dilakukan pencetakan KTP elektronik,

CARD_ISSUED atau KTP-el sudah dicetak dan sidik jari perekam sudah diaktivasi.

 

Demikian penjelasan terkait alur status perekaman KTP-el.

Ari Adrian, S.Kom
Thursday, 22 October 2020

Jemput Bola Layanan Adminduk, Disdukcapil Sambas Kunjungi Kantor Camat Paloh

Sambas - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sambas terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat Kabupaten Sambas, salah satunya melalui kegiatan pelayanan jemput bola di wilayah Kabupaten Sambas. Pelayanan jemput bola tersebut, dimaksudkan sebagai upaya memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan dokumen kependudukan, antara lain pembuatan/perbaikan Kartu Keluarga, perekaman/pencetakan KTP Elektronik, pelayanan akta catatan sipil dan pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA).

Ari Adrian, S.Kom
Monday, 02 November 2020

Ini Nilai Penting Akta Kematian Bagi Ahli Waris

Seperti silih berganti siang dan malam, juga ada yang lahir dan wafat. Begitulah siklus kehidupan. Namun bagi petugas Dukcapil siklus kehidupan manusia dari lahir hingga meninggal dunia adalah peristiwa yang mesti dicatat. Beragam peristiwa kependudukan seperti pindah datang, perubahan alamat, harus dilaporkan dan dicatat petugas Dukcapil karena membawa akibat terhadap penerbitan atau perubahan dokumen kependudukan antara lain Kartu Keluarga, elemen data KTP elektronik, dan lainnya.

Bak malaikat yang mencatat seluruh amal perbuatan seseorang, begitu juga petugas Dukcapil mencatat semua peristiwa penting yang mengubah status sipil seseorang meliputi kelahiran, kematian, lahir mati, perkawinan, perceraian, pengakuan anak, pengesahan anak, pengangkatan anak, perubahan nama, dan perubahan status kewarganegaraan. 

Mengapa orang lahir dan meninggal harus dicatat? Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh punya jawaban logisnya. 

Seperti bayi yang baru lahir diberikan penghormatan berupa dibuatkan akta kelahiran dan nomor induk kependudukan (NIK), dibuatkan juga Kartu Identitas Anak (KIA), maka begitu juga penduduk yang meninggal dunia mendapatkan akta kematian. Filosofi pemberian akta kematian pada hakikatnya sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terakhir dari negara terhadap warganya. 

"Negara betul-betul hadir melalui Dukcapil di setiap tahapan kehidupan penduduk. Itulah sejatinya tugas Dukcapil yang tak berhenti mencatat peristiwa penting dan peristiwa kependudukan sejak warga negara lahir, masa kanak-kanak hingga remaja, kemudian dewasa hingga akhir hayatnya," beber Dirjen Zudan dalam dialog Ngopie Pagi Bareng Prof. Zudan Episode ke-20 bertajuk "Bersahabat Dengan Penjaga Makam" yang disiarkan secara live streaming melalui channel TVDesa dan channel Dukcapil KDN di situs berbagi video Youtube, Jumat (30/10/2020).

Dalam keseharian ternyata banyak sekali manfaat pencatatan kematian. Pertama, terbitnya akta kematian berfungsi sebagai bukti hukum atau legalitas bahwa seseorang benar telah meninggal dunia, dan mendapat pengakuan negara dengan diterbitkannya dokumen kependudukan berupa akta kematian.

"Dengan menerbitkan dokumen akta kematian bila mendiang memiliki aset, maka bagi ahli waris akan lebih mudah disusun pembagian harta waris. Akan lebih jelas nasab hubungan ortu dengan anak. Siapa yang jadi wali pada pernikahan sepeninggal almarhum. Begitu juga hubungan sosial ekonomi yang lain, seperti untuk mengurus klaim asuransi, dana Taspen, dana pensiun, dan lainnya akan lebih mudah dengan persyaratan akta kematian," papar Zudan.

Selain itu, bagi negara, pencatatan kematian penduduk yang akurat akan membantu penyaluran bantuan sosial dan subsidi lebih tepat sasaran. Tidak ada lagi cerita warga yang sudah meninggal dunia masih mendapatkan bantuan sosial, atau pegawai yang sudah wafat masih menerima jatah uang pensiun.

Ari Adrian, S.Kom
Monday, 26 October 2020

HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2020

Sambas - Menueruskan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : 440 Tahun 2020, Nomor : 03 Tahun 2020 tentang perubahan Ketiga  atas Keputusan Bersama iMenteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : 728 Tahun 2019, Nomor : 01 Tahun 2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020. Serta Surat Bupati Sambas Nomor : 800/562/BKPSDMAD-E tanggal 5 Juni 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Pelayanan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Sambas LIBUR, mulai pada Hari Rabu 28 Oktober 2020 dan pada Hari Jumat 30 Oktober 2020.

Pelayanan BUKA kembali pada Hari Senin 02 Nopemeber 2020

Subcategories

banner ektp

Tentang Kami

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas merupakan unsur penunjang Pemerintah Daerah yang mempunyai tugas membantu Kepala Daerah untuk melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

  • Jl. Pembangunan No. xxx
  • Telp. 0562-391xxx
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Form Kontak

Statistik Pengunjung

We have 13 guests and no members online